PENDEKATAN KONTEKSTUALISASI TERHADAP KRISTEN NOMINAL
Abstract
Disadari atau tidak, kenyataannya terdapat pro-kontra terhadap kontekstualisasi misi. Ada di antara kita yang sangat menyetujui kontekstualisasi tersebut, ada pula yang sama sekali menolaknya. Sebenarnya inti dari kontekstualisasi adalah penyesuaian diri atau penyesuaian teologis terhadap realitas budaya tempat kita mengabdi. Dengan kata lain, teologi in loco, teologi inkulturasi, teologi penghinaan, atau teologi mandiri atau teologi pribumi. Jika menelaah Alkitab, kita akan mengetahui bahwa proses kontekstualisasi diprakarsai oleh Tuhan, dimana Dia menyatakan diri-Nya kepada manusia melalui budaya orang-orang yang menerima kabar baik. Oleh karena itu, yang menjadi landasan kontekstualisasi adalah Tuhan dan wahyu-Nya. Mempelajari teologi kontekstualisasi akan sangat membantu para pekerja Tuhan dalam pelayanannya. Oleh karena itu, kita harus lebih peka terhadap budaya lain di mana kita hidup.
Full Text:
PDFReferences
Alkitab, LAI 1981
BS Sijabat, Sahabat Gembala, Kebudayaan dan Missi Mei 86,
Darmaputra Eka, Konteks Berteologia di Indonesia, Jakarta BPK 1991
Deane R, Pendekatan Yang Terlupakan
Elefson Todd, Stategi Kepemimpinan Dalam Pelayananan Lintas
Budaya STII Yogyakarta 1997
Hiebert, Paul GS. Atropological Insights For Missionaris, Baker Book
House, Grand-Rapids, Michigan 1981
Lingenfelter GS, Marvin K Mayers ,,Ministering Cross Culturally,
Baker Book House, Grad Rapids, Michigan 1986
Hesesgrave, Edward Rommen, Contextualization, Baker Book House.
Grand-Rapids Michigan 12989
Humble Amy, Perspectives on The World Christian Movemen, STII
Yogyakarta 1997
Octavianus Patrus, Identitas Kebudayaan, YPPII Batu Malang, 1984
Tomatala Y, Theologia Kontekstualisasi (suatu pengantar), Gandum
Mas, Malang 1993.
Winarno Surahmad, Pengantar Penelitian Ilmiah, Bandung Tarsito 1985

