MAKNA ROHANI RATAPAN PADA UPACARA KEMATIAN SUKU KARO PEMELUK AGAMA KRISTEN

Sampitmo Habeahan

Abstract


Salah satu budaya yang selalu ada dalam acara kematian Suku Karo pemeluk agama Kristen adalah ratapan. Semua kerabat menyatu dalam menyampaikan ratapan sesuai dengan latar belakang yang berbeda. Hal ini sangat menarik untuk diteliti. Yang menjadi masalah adalah: Apakah makna rohani dari ratapan. Apakah kata- kata yang diucapkan ketika mereka meratap? Bagaimana hubungan dengan kerukunan umat beragama. Dapatkah kata- kata ratapannya yang diucapkan meningkatkan iman. Merujuk pada perumusan masalah maka penelitian bertujuan untuk menemukan makna ratapan pada acara kematian suku Karo yang bagian Kristen, untuk menemukan makna ratapan pada acara kematian orang Kristen dalam sikapnya  terhadap agama lain dan untuk menemukan apa isi ratapannya. Penilitian ini difokuskan pada 4 permasalahan dengan pendekatan kualitatif diskriptis. Teknik analisa data dengan cara deskriktif kualitatif. Dengan demikian hanya mendeskripsikan jawaban Responden. Dengan demikian penelitian ini hanya mendeskripsikan jawaban Responden. Data yang diperoleh dengan cara melakukan observasi, wawancara dan pengisisan angket dan analisis dengan rumus : P =   x 100 %. P= presentase jawaban, f= frekuensi responden, n= jawaban responden. Penelitian menawarkan 3 hal sebagai simpulan . Pertama: Makna ratapan sebagai penguatan iman. Kedua : sikap orang yang meratap menghargai kerabat dan juga pemeluk agama yang tidak sekeyakinan dengan mereka. Ketiga : adapun kata- kata yang diucapkan ayat- ayat Alkitab (Firman Tuhan).

 

Kata Kunci : Ratapan, Upacara Kematian, Suku Karo, pemeluk Agama Kristen.

Full Text:

PDF

References


Bangun, Tridah. Manusia Batak Karo, Jakarta: Inti Indayu Press 1986.

Bungin, Burhan. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Kencana, 2014.

Bukit, Indah Permata Sari, Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah, Vol.6 No.1 Januari 2021

Fadiyani, Rini (2013), Kerukunan Antar Umat Beragama Perspektif

Islam. Jurnal Ushuluddin. Vol. 13. Hal. 18-200.

Ginting, Pelumun Peterus. Spiritualitas Upacara Gendang Kematian Etnik

Karo pada Era Globalisasi. Program Pasca Sarjana Universitas

Udayana Denpasar. 2015.

Gintings, 1997. Adat karo I Bas Kalak Mate : Kinata Berita Simeriah Kerna Kematen I Bas Masyarakat

karo. Kabanjahe. Perc. Abdi Karya.

Habeahan, Sampitmo. Pendidikan Agama Kristen. Medan: CV.

Pratama Mitra Sari, 2015.

Haviland, Wiliam A. Antropologi Jilid II. Terjemahan R. G. Soekadijo.

Jakarta: Erlangga, 1993.

Ismail, Ariffudin. (2005). Refleksi Pola Kerukunan Umat Beragama.

Jurnal Analisa. Vol. XVII, No. 02. Hal. 175-186.

Khalma, Edi, Bentuk Nuri-Nuri Pada Upacara Adat Kematian Suku Karo (Kajian Pragmatik), Jurnal Sasindo Unimed, Vol.1, No.1 (2012).

Mawardi. (2015). Reaktualisasi Kerukunan Antar umat Beragama

Jurnal Analisa. Vol. 17, No. 1, Hal.55-56

Muhazir, H. Neong. Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta, Rake Serasin,

Murtopo.

M. Habib. “Manusia dan Budaya”. Kumpulan Essai, Ilmu Budaya Dasar.

Surabaya. 1989.

Netll Bruno. Theory Method in Etnomusicologi, London: The Free Press

of Glancoe Collior Macmillan, 1964.

Rohidi, Tjetjep Rohendi, Kesenian dalam pendekatakan kebudayaan.

Bandung : STSI Press, 2000

Silalahi, Uber. Metode Penelitian Sosial. Bandung: PT. Refiksa

Aditama, 2019.

Soedarsono, R.M. Metode Seni Pertunjukan dan Seni Rupa. Bandung: masayarakat seni

Susan, Novri. Sosiologi Konflik dan Isu- isu konflik Kontenporer.

Jakarta: Kencana, 2009.

Tarigan, Henry Guntur, Percikan Budaya Karo. Medan. Yayasan Merga Silima

Tarigan, Sarjani, 2008. Dinamika Orang Karo, Budaya dan Modernisme. Medan. Yayasan Merga Silima

Yunita, Sri. Metodologi Penelitian. Medan: Laboratorium PPKn FIS UNIMED, 2016.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.