Konsep Pembenaran Menurut Roma 5:1-11 Suatu Studi Eksegesis

Martini Hia

Abstract


Salah satu akibat terburuk dari kejatuhan manusia dalam dosa adalah kematian. Manusia pertama, Adam dan Hawa setelah melanggar perintah Tuhan dengan memakan buah pohon yang ada di tengah taman Eden itu, menjadikan mereka melanggar perintah Tuhan Allah (berdosa), pelanggaran tersebut telah mendatangkan hukuman terberat yaitu kematian bagi manusia itu. Tuhan Allah setia dan adil terhadap apa yang telah Ia firmankan, memberi upah, kehidupan bagi setiap orang yang dengan tulus melakukan kehendak-Nya dan menjalankan hukuman, kematian bagi setiap orang yang melanggar firman-Nya. Tetapi Tuhan Allah dalam segala kemahatahuanNya (providensia) seiring dengan perjalanan waktu dan rancanganNya, telah menentukan satu-satunya jalan dan cara bagi setiap orang untuk beroleh pembenaran di hadapan Allah, adalah bila orang tersebut mengaku dengan mulut dan percaya dalam hati bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat manusia (Roma 10:9-10), Ia adalah wujud nyata Allah Yang Maha Kasih dan telah hadir ke dalam dunia (Inkarnasi), Ia telah berkorban/mati di kayu salib dan bangkit dari kubur pada hari yang ketiga untuk menyelamatkan umat manusia, maka orang berdosa itu beroleh status “dibenarkan” di hadapan Allah. Tujuan penelitian untuk menemukan makna asli kata “pembenaran” menurut Roma 5:1-11 dengan menggunakan metode desktiptif eksegesis serta menjawab berbagai pertanyaan mengenai keselamatan hanya oleh iman di dalam Kristus Yesus.


Full Text:

PDF

References


Blomberg, Craig L. Handbook New Testament Exegecis-Panduan Komprehensif Eksegesis Kitab-kitab Perjanjian Baru. Malang: Penerbit Gandum Mas. 2018.

Cranfield, C. E. B. A Critical and Exegetical Commentary on the Epistle to the Romans. London; New York: T&T Clark International. 2004.

Cranfield, C. E. B., ON ROMANS and Other New Testament Essays. Copyright © T&T Clark Ltd. 1998.

End, Van Den. Surat Roma-Tafsiran Alkitab. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 2003.

Hagelberg, Dave. Tafsiran Roma dari Bahasa Yunani. Bandung: Kalam Hidup. 2016.

Ladd, George Eldon. Teologi Perjanjian Baru Jilid I & II. Bandung: Kalam Hidup. 2017.

Marantika, Chris. Doktrin Keselamatan dan Kehidupan Rohani. Soteriology & Spiritual Life. Yogyakarta: Iman Press. 2002.

Maryono, Petrus. Gramatika dan Sintaksis Bahasa Yunani. Yogyakarta: STTII. 2015.

Marxsen, Willi. Pengantar Perjanjian Baru. Pendekatan Kritis Terhadap Masalah-Masalahnya. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 2018.

Osborne, Grant R. Spiral Hermeneutika. Pengantar Komprehensif bagi Penafsiran Alkitab - The Hermeneutical Spiral: A Comprehensive Introduction to Biblical Interpretation. Surabaya: Penerbit Momentum. 2012.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta, 2009.

Thiessen, Henry C. Teologi Sistematika. Malang: Penerbit Gandum Mas. 2015.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.